4G Indonesia Kalah Dengan Filipina

Perusahaan pemetaan cakupan jaringan nirkabel OpenSignal minggu ini melaunching laporan State of LTE yang diantaranya mengulas ketersediaan serta kecepatan jaringan 4G negara-negara didunia.

Dalam soal kecepatan jaringan 4G LTE, dari 88 negara yang tercakup dalam lapotan State of LTE, Indonesia termasuk juga posisi paling bontot, dibawah negara-negara Asia Tenggara beda, seperti Thailand serta Filipina.

“ Jaringan 4G di India serta Indonesia mencatat kecepatan unduh rata-rata dibawah 10 Mbps, ” sebut OpenSignal dalam laporannya yang dapat di baca di tautan tersebut.

Indonesia ada di posisi ke-3 terikuth, cuma lebih tinggi dari Algeria serta India. Kecepatan jaringan LTE Tanah Air juga lebih rendah dari rata-rata global yang terdaftar sebesar 16, 9 Mbps.

Negara tetangga, Singapura, duduk di posisi tertinggi dengan kecepatan 4G rata-rata menjangkau 44, 31 Mbps. Sesaat, Malaysia mencatat 14, 83 Mbps.

Menurut OpenSignal, terdapat banyak aspek kunci yang memastikan seberapa kencang jarigan 4G LTE di satu negara, umpamanya berapakah banyak spektrum frekwensi yang dipakai, tehnologi 4G mana saja yang telah digunakan (seperti LTE Advanced) , serta kepadatan jaringan.

“Negara-negara yang mencatat kecepatan teratas relatif telah mengadakan jaringan LTE-Advanced serta mempunyai piranti LTE-Advanced dalam jumlah besar, ” lanjut OpenSignal.

Walau sekian, seperti dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Rabu (21/2/2018) , negara-negara dengan jaringan 4G terkencang juga sesungguhnya tidak alami perkembangan kecepatan akhir-akhir ini. Angkanya mentok di kisaran 45 Mbps.

Dalam soal ketersediaan 4G LTE, tempat Indonesia tambah baik dengan angka 72, 39 %. OpenSignal mendeskripsikan ketersediaan bukanlah jadi cakupan geografis 4G LTE, tetapi pembagian saat pelanggan tersambung ke jaringan itu.

Th. ini telah ada lima lokasi yang mencatat angka ketersediaan LTE diatas 90 %, yaitu Korea Selatan, Jepang, Norwegia, Hong Kong, serta Amerika Perkumpulan, naik dari cuma dua lokasi (Jepang serta Korea Selatan) th. kemarin.

Laporan State of LTE OpenSignal dikompilasi berdasar pada 58 miliar pengukuran data dari 4, 8 juta piranti yang menyebar di 88 negara, yang dikerjakan dengan crowdsourcing, sepanjang periode 1 Oktober sampai 29 Desember 2017.

Masih tetap terdapat banyak negara yang belum juga tercakup karna kekurangan data, seperti China. Tetapi, OpenSignal berjanji laporannya juga akan meliputi semakin banyak lokasi dunia di masa yang akan datang.