Alasan Kelelahan Persegres Gresik United Kalah

Alasan Kelelahan Persegres Gresik United Kalah – Sesudah pernah terlihat apik pada awal laga Liga 1 dengan menahan imbang tuan tempat tinggal Persipura Jayapura, skuad Persegres Gresik United malah memetik hasil minor di kandang sendiri.

Pada pertandingan minggu ke-2 laga Liga 1, Persegres mesti mengaku keunggulan tim tamu Semen Padang 1-3 dalam laga di Stadion Petrokimia, Gresik, Jumat (21/4/2017).

Menurut pelatih Persegres, Hanafi, hasil tidak baik berlangsung dikarenakan saat recovery yg kurang layak jadi anak asuhnya kelelahan.

Sebab, cuma rentang tiga hari, Persegres semestinya kembali berlaga sehabis memainkan peran perjalanan panjang dari Jayapura pada minggu pertama.

” Benar kan? Tersebut yg saya takutkan, elemen kelelahan. Sebab, ini istirahat baru 1 hari, telah kembali bermain. Idealnya, harusnya dua hari istirahat keseluruhan, ” kata Hanafi selesai laga.

Diawalnya, Hanafi benar-benar menginginkan pada pihak operator laga supaya saat istirahat yg didapat timnya dalam menekuni laga ke laga seterusnya dapat sama seperti yg diperoleh oleh tim lain.

” Bahkan juga, si Roni (Ghufroni) yg rata-rata cepat, itu tadi baru lebih dari satu menit telah tak jalan, tangkisnya.

” Tempo hari saya pernah di tanya lebih dari satu problem ini atau problem ini. Tapi, terus, yg saya takutkan ya jadwal, ” ucap Hanafi.

Tidak cuman itu, pelatih kelahiran Malang ini pernah juga mengkritik praktek regulasi pemain U-23 yg dijalankan oleh kubu Semen Padang yg diakuinya tidak cocok dengan peraturan.

” Saya simak, tak ada (pemain U-23) cedera kok ditukar yg lain, itu tak bisa. Kami saja pengen tukar takut, ” papar Hanafi.

Ia menginginkan, aplikasi regulasi U-23 di lapangan juga mendapatkan pengawasan ketat dari PSSI serta operator laga sama sesuai peraturan yg diputuskan.

” Seandainya aturannya seperti itu mesti tegas. Istilahnya, datang tak pas saat ya WO. Seandainya bikin kekeliruan ya WO. Seandainya denda, ya didenda, lantaran itu regulasi serta tak bisa dibantah, ” papar dia.