Andik Berbagi Pengalaman Tentang Liga Malaysia

Andik Berbagi Pengalaman Tentang Liga Malaysia – Andik Vermansah memperoleh banyak pengalaman merumput bersama-sama Selangor FA. Seperti apa sich ketidaksamaan Liga Indonesia serta Malaysia menurut Andik?

Andik jadi salah satunya pemain yg sempat rasakan laga Liga Malaysia sepanjang empat th.. Langkahnya itu saat ini dapat disertai oleh Evan Dimas serta Ilham Udin Armayn.

Ketetapan dua eks Bhayangkara FC jadi perhatian umum, sesudah memperoleh kritikan dari Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Tapi PSSI telah mempertegas bahwa tidak dapat halangi keduanya berkarier di luar negeri.

Sepanjang empat th., Andik telah kenyang rasakan pengalaman senang serta duka waktu bermain di Selangor FA. Dia menilainya laga Indonesia serta Malaysia sejatinya hampir mendekati.

Sebetulnya hampir mendekati. Yang membedakan itu kemeriahannya saja yg beda dari sisi supporter. Seandainya disana, cuma tim-tim besar yg mempunyai supporter banyak, namun seandainya disini kan segala tim dari divisi manapun, minat suporternya fantastis, ” papar Andik.

Tdk cuma itu, pemain kelahiran Jember itu rasakan lebih dari satu ketidaksamaan dari Liga Indonesia serta Malaysia. Diantaranya terkait perlindungan pemain waktu diatas lapangan.

” Seandainya disana wasit tdk hingga keterlaluan. Meskipun saya pemain asing saya sanggup perlindungan. Seandainya di Malaysia kekompakan tim lebih merasa, namun masalah individu pemain Indonesia masih tetap jauh diatas Malaysia, ” kata eks pemain Persebaya Surabaya.

Tapi demikianlah, Andik sempat pula rasakan pengalaman tidak mengasyikkan waktu upahnya telat dibayar. Tetapi Selangor FA disebutnya selamanya punya komitmen pada pemain.

” Sepanjang empat th. saya disana, tiada persoalan penghasilan. Seandainya lambat sempat satu dua minggu telat, namun itu telah umum seperti di th. ini. Seandainya tahun yang lalu, hingga satu 1/2 bln. namun itu umum untuk saya dikarenakan saya telah pengalaman sempat tdk digaji enam bln., jadi sebulan itu tdk merasa, ” kata Andik sekali lagi.

Andik memanglah punya pengalaman pahit selagi membela Persebaya Surabaya. Dia pernah tdk digaji sepanjang enam bln. yg tertunggak bertahun-tahun, meskipun selanjutnya terbayarkan.

Sepanjang empat th. berkelana di Malaysia, Andik rasakan resiko positif yg didapatkannya seperti penampilannya yg lebih masak. Tetapi pemain 26 th. itu mempertegas bahwa ia tidak sempat cepat berpuas diri.

” Seandainya saya selamanya tekankan saya mesti dapat terlihat tambah baik sekali lagi. Tdk bisa mementingkan sendiri namun bagaimana berperan buat tim serta memberikannya yg paling baik, ” kata pemain 26 th. itu.