Aniaya Pengamen Hingga Tewas, 6 Driver Ojek Online Ditangkap

Aniaya Pengamen Hingga Tewas, 6 Driver Ojek Online Ditangkap – Enam driver ojek on-line diringkus petugas Polres Jakarta Barat dikarenakan menganiaya dua pengamen berinisial DA (22) serta TI (22) . Satu korban yaitu, DA tewas akibatnya luka berat di kepala.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengemukakan, ke-6 driver ojek on-line yang diciduk perihal masalah itu yaitu, AD (31) , FEB (23) , RAM (25) , SAI (27) , AND (32) , serta AL (26) . Momen diawali pada Selasa, 13 Februari 2018 selanjutnya, selagi salah seseorang driver ojek berinisial DP (35) melintas di Jalan Tubagus Angke serta memandang rangkaian pemuda yang dikira partikelir akan melaksanakan kejahatan padanya.

DP lantas mengadu pada AD, yang nyata-nyatanya dua minggu diawalnya sempat jadi korban kejahatan. AD berpikiran golongan ini dia yang sempat melaksanakan kejahatan padanya. AD lantas memohon dukungan lima temannya yang beda dalam grup ojek on-line.

Ke enam tersangka lantas segera mendatangi TKP, serta terasa dua korban DA (22) serta TI (22) ada di area itu. ” Ke enam tersangka melaksanakan pengeroyokan pada ke dua korban. Satu korban wafat dunia dikarenakan alami pendarahan otak. Korbannya yang lain masihlah melakukan perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, ” kata Hengki pada wartawan Jumat (2/3/2018) .

Henki menjelaskan, hasil visum DA divonis alami gegar otak, pendarahan otak, serta alami luka memar pada tengkorak otak. Sehabis mendapatkan laporan ada pengeroyokan ini, petugas kepolisian melaksanakan penyelidikan sampai pada akhirnya menangkap ke-6 aktor.

” Saya memohon, penduduk terutama ojek on-line supaya tdk melaksanakan perbuatan main hakim sendiri atau persekusi. Silahkan lapor ke aparat penegak hukum apabila benar-benar ada tindak pidana atau info kejahatan, ” tangkisnya.

Dari masalah ini petugas sudah mengambil alih tanda untuk bukti berwujud satu potong balok kayu, papan kayu triplek, satu bongkah batu, jaket serta helm ojek on-line, dan rekaman CCTV. Beberapa aktor lantas dijerat Pasal 170 ayat (2) serta 3 (e) KUHP terkait Pengeroyokan dengan ncaman hukuman sembilan th. penjara.