Polresta Banda Aceh Menangkap Seorang Wanita Karena Lakukan Pencabla Pada Keponakan Kandungnya Sendiri

Polresta Banda Aceh Menangkap Seorang Wanita Karena Lakukan Pencabla Pada Keponakan Kandungnya Sendiri – Kanit PPA Polresta Banda Aceh menangkap seseorang wanita berinisial SS (28) dikarenakan udah melaksanakan pencabulan pada keponakan kandung sendiri yang masih tetap berumur 7 th.. Tindakan pencabulan ini telah berjalan lama.

” Korban itu keponakan sendiri serta tinggal satu tempat tinggal dengan korban, ” kata Kanit PPA Polresta Banda Aceh, Ipda Septia Intan Putri, Kamis (8/3) di Mapolresta Banda Aceh.

Perbuatan tdk terpuji tersangka baru di ketahui oleh orang-tua korban lebih kurang dua minggu saat lalu. Selagi itu, kata Ipda Septia, korban mengurungkan diri dalam kamar. Lantas orang-tua korban menyebut serta segera masuk dalam kamar korban.

Selagi tersebut, orang-tua korban benar-benar kaget dikarenakan memandang korban lagi tengah tdk memakai pakaian serta melaksanakan perbuatan itu sendiri.

” Masa itu orang-tua korban lantas ajukan pertanyaan, lantas korban memaparkan yang mengajarkan itu merupakan Bunda (panggilan korban pada tersangka) , ” terang Ipda Septia.

Selanjutnya orang-tua korban lantas mengecek aktor. Akhirnya aktor lantas mengaku kelakuannya serta segera dilaporkan pada pihak kepolisian. Lebih kurang dua minggu lantas, polisi segera menjemput aktor di kediamannya tanpa ada perlawanan.

Menurut pernyataan tersangka, sebutnya, perbuatan tdk patut itu dijalankan sejak mulai 2016 lantas, pertamanya lebih kurang waktu 12. 00 Wib. Tersangka masuk dalam kamar serta memandang korban lagi tengah tidur terlentang.

Selagi tersebut, tersangka muncul tekad melaksanakan pencabulan itu. ” Tersangka mengatakan sama korban jangan sampai bilang-bilang sama ibu, kata tersangka kelak dapat diberi duwit. Tersangka belum juga menikah, ” ungkap Ipda Septian.

Sehabis melaksanakan pertama kalinya, lanjut Septian, tersangka keluar dari kamar serta ambil pensil serta melaksanakan hal yang sama.

” Seterusnya tersangka di panggil oleh nenek koban, yakni ibu kandung tersangka, korban kembali pakai busana serta kembali tidur, ” tuturnya.

Perbuatan itu kembali berjalan pada hari-hari selanjutnya. Sampai korban alami pergantian sikap. Waktu ini, korban lagi tengah menjelani terapis psikologi buat kembalikan mentalnya yang udah terganggu.

” Korban lagi tengah di handel pemulihan psikisnya oleh psikolog, ” tukasnya.

Tersangka waktu ini telah mendekam di Mapolresta Banda Aceh buat mempertanggungjawakan kelakuannya. Tersangka dijerat pasal 82 Undang-Undang Nomo 35 Th. 2014 terkait perlindungan anak. Tersangka diancam hukuman 15 penjara dengan denda Rp 5 miliar.