Sejoli Di Pakistan Nyatakan Polisi Menjadi Korban Honor Killing

Rescue workers move one of two bodies of a couple, who according to police was killed by family members, outside hospital morgue in Karachi, Pakistan November 27, 2017. REUTERS/Akhtar Soomro

Sejoli Di Pakistan Nyatakan Polisi Menjadi Korban Honor Killing – Sejoli di Pakistan dinyatakan oleh polisi jadi korban “honor killing” atau pembunuhan buat kehormatan oleh keluarga mereka sehabis keduanya nekat kawin lari. Persoalan ini hampir tidak terbongkar dikarenakan jasad pasangan itu tergesa-gesa dimakamkan pihak keluarga.

Pihak kepolisian di kota pelabuhan Karachi sudah menahan sekurang-kurangnya sembilan orang yang perihal dengan pembunuhan ganda itu, termasuk juga papa korban laki laki. Meskipun sekian, lebih dari satu anggota keluarga yang disangka turut serta masihlah dalam pelarian.

Pasangan itu dilaporkan hilang selagi yang miliki tempat tinggal yang mereka sewa di Karachi barat masuk bangunan itu. Yang memiliki masuk tempat tinggal itu dikarenakan sejoli itu menghilang sepanjang tiga hari serta diketemukan noda darah di lebih kurang tempat tinggal.

”Laporan autopsi menjelaskan bahwa pasangan itu terbunuh dikarenakan pencekikan, ” kata Dr Rohina Hasan dari Tempat tinggal Sakit Abbasi Shaheed yang dikelola pemerintah, terhadap AFP, Selasa (28/11/2017) .

Polisi meyakini pasangan itu dibunuh oleh anggota keluarganya, termasuk juga saudara laki laki dari ke dua korban, sehabis mereka menikah tanpa ada perjanjian keluarga.

Pihak berwenang selanjutnya mulai menghimpun kerabat dari pasangan yang hilang itu. Dari situlah terkonfirmasi bahwa mereka sudah dibunuh oleh keluarganya serta dikuburkan di kuburan tidak bertanda di suatu pemakaman.

”Keduanya terbunuh atas nama kehormatan, ” kata petugas polisi setempat, Qasim Hameed. Bukti diri ke dua korban belum juga diekspos pihak kepolisian.

Menurut polisi, ke dua jasad korban dimasukkan dalam karung goni serta dibuang ke kuburan dengan terpisah.

”Kami lagi tengah menyelidiki apakah eksekusi itu ditetapkan oleh jirga (dewan tradisionil) , ” kata Abid Baloch, seseorang perwira polisi senior, terhadap wartawan.

Lebih kurang 1. 000 wanita Pakistan jadi korban “honor killing” tiap-tiap tahunnya, dimana korban yang rata-rata seseorang wanita, dibunuh oleh seseorang kerabatnya dikarenakan membawa malu pada keluarga itu.

Aktor kerapkali bebas dikarenakan ada celah hukum yang amat mungkin mereka buat memohon pengampunan atas kejahatan itu dari anggota keluarga yang beda. Namun pemerintah Pakistan waktu ini sudah keluarkan suatu undang-undang yang mengamanatkan pemenjaraan termasuk juga penjara seumur hidup apabila penyerang itu lolos dari hukuman mati lewat pengampunan seseorang kerabat.