Tersangka Sabu Di Hukum Berat

Tersangka Sabu Di Hukum Berat – Delapan terdakwa masalah penyeludupan sabu 1 ton terancam hukuman mati. Mereka didakwa karna berusaha mengedarkan, jual belikan sabu yang dibawa dari Taiwan.

” Didakwa pasal 114 juncto pasal 132 nomor 35 th. 2009 terkait Narkotika ancamannya hukuman mati, ” kata koordinator jaksa penuntut umum, Abun Hasbullah, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2017) .

Kedelapan terdakwa ini mempunyai dua peranan, ialah 5 orang Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, Tsai Chih Hung jadi pihak yang ada serta bekerja di kapal Wanderlust. Dan tiga orang terdakwa ialah, Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, serta Hsu Yung Li yang bertindak menjemput tanda bukti 1 ton sabu itu di Pantai Anyer, Serang, Banten.

” Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berwenang mengecek serta mengadili perkara ini, terdakwa sudah lakukan percobaan atau permufakatan jahat buat lakukan tindak pidana, tanpa ada hak atau melawan hukum, tawarkan buat di jual, jual, beli terima, jadi penghubung dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika kelompok I bukanlah tanaman beratnya lebih dari 5 gr, ” kata Abun.

Selanjutnya jaksa membacakan dakwaan peranan semasing terdakwa dengan cara terpisah. Kasi Pidum Kejari Selatan, Dedyng W Atabay menerangkan awalannya Hsu Yung Li ditawari pekerjaan di Indonesia dengan upah Rp 120 juta oleh Li Ming Hui.

Terdakwa yang lain Liao Guan Yu serta Chen Wei Cyuan menghubungi Yen Po Chun Dengan kata lain Paul dengan kata lain Aphao buat terima pekerjaan jadi bongkar muat kapal serta dibayar Rp 80 juta. Ke-3 terdakwa lantas diberi ticket ke Indonesia yang dijadwalkan pergi pada 4 Juni 2017 dari Bandara Tauyen, Taiwan.

Setibanya di Indonesia ketiganya dijemput oleh saksi Andy dengan kata lain Amin serta Yen Hung Chi dengan kata lain Abing dengan kata lain APIN (DPO) menuju ke Perumahan Duta Garden, Tangerang. Kemudian pada 9 Juni beberapa terdakwa dengan Yen Po Chun, Yen Hung Chi dengan memakai dua unit mobil menuju pantai di daerah Anyer lakukan survey tempat yang juga akan dipakai jadi tempat penerimaan narkotika.

Sesudah memperoleh pembagian pekerjaan dari Lin Ming Hui, ke-3 terdakwa itu setuju cuma bekerja 3x. Kemudian karna terasa dibarengi Yen Po Chun dengan kata lain Aphao pulang ke Taiwan karna terasa dibarengi.

Sedangkan ke-3 terdakwa dengan di pimpin Yen Hung Chi dengan kata lain Apin (DPO) beralih tempat ke satu hotel di daerah Kembangan Jakarta Barat.

Di bagian beda, Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan jadi pekerja di kapal Wanderlust di ajak GUO (DPO) bertindak sebagai Kapten kapal Wonderlust. Mereka berlayar dari pelabuhan Dong Zhou di Kota Kaohsiung, Taiwan menuju ke Malaysia.

Setelah 7 hari ada di Malaysia GUO membawa Kapal Wanderlust melaut sekitaran 2-3 jam serta berhenti sepanjang sekitaran 30 (tiga puluh) menit. Kemudian berlangsung perubahan kapten kapal dari GUO yang digantikan Tsai Chih Hung.

Sesudah ditetapkan titik kordinat, pada akhirnya kapal Wanderlust meniti perjalanan sepanjang 10 hari ke perairan Indonesia. Selanjutnya pada 11 Juli 2017 kapal Wanderlust tiba di perairan Indonesia serta menanti sampai dua hari. Kemudian pada 13 Juli kapal itu hingga di pantai Anyer, Banten.

Selanjutnya dengan memakai perahu karet tanda bukti 51 karung diisi sabu itu dibawa ke dermaga. Sesaat tiga terdakwa yang lain Hsu Yung Li, Liao Guan Yu, serta Chen Wei Cyuan bersiap-siap di dermaga buat terima 51 karung diisi sabu.

Kemudian karung itu dimasukkan di dua mobil tipe MPV serta dibawa pergi dari dermaga. Di dalam perjalanan dua mobil itu disergap polisi, ke-3 terdakwa itu berhasil diamankan polisi dan satu orang Li Ming Hui wafat karna ditembak mati.

” Saudara Li Ming Hui wafat dunia sesudah dilaksanakan penembakan, ” kaya Dedyng.
Kemudian mobil itu digeledah serta dijumpai narkotika tipe sabu seberat 949. 158 gr (nyaris 1 ton) . Disamping itu tiga hari sesudah peristiwa, 16 Juli 2017 ke-5 terdakwa yang ada di kapal Wanderlust berhasil di tangkap di Pelabuhan Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam.

Sidang pimpinan majelis hakim Effendi Mukthar, juga akan dilanjutkan minggu depan. Beberapa terdakwa ini tidak memajukan eksepsi atas dakwaan serta sidang segera masuk ke agenda pemanggilan saksi-saksi.