11 Senjata Api Dicuri Ditengah Skema Buy-Back Usai Teror Masjid di Christchurch

Agen Casino

11 Senjata Api Dicuri Ditengah Skema Buy-Back Usai Teror Masjid di Christchurch – Kepolisian Selandia Baru (New Zealand) dibikin malu dengan pencurian senjata api dari satu diantaranya kantor polisi ditempat. Sekurang-kurangnya ada 11 senjata api yang dicuri di dalam pola pembelian kembali atau buy-back buat senjata-senjata api yang dipunyai penduduk Selandia Baru selesai teror dua masjid di Christchurch.

Jumat (26/4/2019) , senjata-senjata api itu yang beberapa memang akan dihancurkan itu, dicuri dari kantor polisi Palmerston North yang berada pada North Island, satu diantara dua pulau penting Selandia Baru.

” Saya sangatlah kuatir bab apa yang berlangsung. Ini benar-benar tak dapat di terima, ” ujar Pelaksana Pekerjaan (Plt) Komandan Kepolisian ditempat, Sarah Stewart.

Alat lokal, Radio New Zealand, menyampaikan jika sekurang-kurangnya satu senjata yang dicuri yaitu type senapan semi-otomatis yang sudah dilarang di negeri kiwi itu. Tetapi Stewart menampik buat menyikapi laporan ini.

” Sebelas senjata api yang berada pada ruang penyimpanan barang untuk bukti, sekarang ini menghilang. Saya menuturkan jika ini tidak senjata api punya polisi, tetapi sisi dari senjata-senjata yang disimpan menjadi barang untuk bukti atau diberikan buat dihancurkan, ” jelas Stewart.

Kepala Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, sudah menyuruh pengumpulan bukti-bukti lekas atas pencurian senjata api ini. Bush pula menyuruh dijalankannya audit pada keamanan berkenaan senjata-senjata api yang disimpan di semuanya kantor polisi di Selandia Baru.

Dikatakan kepolisian ditempat jika pihaknya tengah mengincar seseorang pria berumur 38 tahun yang terdeteksi berada pada halaman kantor polisi Palmerston North waktu pencurian senjata berlangsung.

Didapati jika selesai teror dua masjid di Christchurch pada 15 Maret lantas, otoritas Selandia Baru dengan lekas mempererat ketentuan senjata api. Ketentuan hukum yang baru mempunyai tujuan menghilangkan senapan semi-otomatis dari peredaran lewat pola buy-back, larangan keseluruhan serta penjatuhan hukuman lebih berat.

Dibawah pola buy-back, senjata-senjata api punya penduduk yang diperoleh dengan cara legal perlu diberikan terhadap polisi buat sesudah itu dibeli pemerintah. Sampai kini telah seputar 3 ribu senjata api yang diberikan terhadap polisi Selandia Baru.