Fans Liverpool Sudah Siap Dengan Gelar Perayaan

Agen Casino

Fans Liverpool Sudah Siap Dengan Gelar Perayaan – Dunia terkadang tidak adil. Ada yang berusaha tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Ada yang kelihatan tidak lakukan apa pun, tetapi justru mencapai priviledge bahkan juga penghargaan besar.

Selanjutnya penghargaan sebatas jadi oleh-oleh atas prestasi paling tinggi. Tetapi tidak semua yang selesai di rangking satu, sukses jadi suatu.

Coba kalkulasi berapakah banyak juara Indonesian Idol yang sukses sampai saat ini? Banding dengan mereka yang tidak jadi juara tetapi sampai kestabilan perform di dunia riil.

Judika Sihotang, Kunto Aji Wibowo, Gisella Anastasia, sampai Citra Scholastika tidak ada sebagai juara. Tetapi mereka sukses memberi karya yang berkelanjutan di belantika musik Indonesia.

Sayangnya hal ini tidak dapat berlangsung di dunia sepakbola. Di dunia si kulit bulat, trofi ialah semuanya. Kemampuan, supremasi, superiornya satu team akan disaksikan dari apa yang mereka menangkan.

Bila tidak berhasil, efek panjang akan berlangsung sesudahnya. Dari mulai sindiran, hinaan, cercaan. Sampai pemasukan yang menyusut, bursa transfer yang sepi sebab tidak ada pemain yang ingin masuk, dan lain-lain.

Bicara masalah team besar minim trofi di masa milenium, Liverpool pantas berada di posisi pertama. Cuma dapat mengusung satu trofi besar yaitu Liga Champions semenjak 1990 bukan suatu yang hebat untuk team yang tuturnya paling baik di tanah Britania.

Fans Liverpool juga biasa dengan PHP (pemberi keinginan palsu) yang dikerjakan team yang paling disayangi. Yang paling dekat saat Luis Suarez hampir bawa Si Merah juara musim 2013/2014, tetapi mendadak sang simbol (Steven Gerrard) kepleset pada peristiwa penting menantang Chelsea.

Tidak berhenti disana, Liverpool hampir jadi kampiun Liga Europa pada musim 2015/2016. Sudah sempat membuat comeback menegangkan perempatfinal menantang Borussia Dortmund, The Reds justru kalah 1-3 dari Sevilla di pertandingan pucuk.

Musim kemarin, Liverpool kembali mengusung harapan fansnya. Dapat meluncur ke laga pucuk Liga Champions jadi bukti kualitas. Tetapi, mereka kembali lagi menyedihkan. Loris Karius jadi bahan tertawaan dengan dua blunder saat The Reds kalah 1-3 dari Real Madrid.

Musim ini semua mimpi serta keinginan terkumpul kembali. Mendekati musim selesai, Liverpool masih punya potensi mengusung trofi Liga Inggris serta Liga Champions.

Si Merah sukses membuat comeback menegangkan saat mencukur Barcelona di Anfield 4-0, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, sesudah sudah sempat kalah 0-3 di putaran pertama.

Mereka punyai bek yang dikukuhkan jadi yang paling baik di Liga Inggris yaitu Virgil van Dijk. Itu belum termasuk juga memandang perform super beberapa pemain lain seperti Alisson Becker, sampai trisula Firmansah.

Banyak yang memberikan pujian pada Liverpool. Diantaranya Jose Mourinho yang memandang ini saatnya The Reds mengusung trofi, sebab Klopp sukses membuat team yang sesuai dengan jiwanya semenjak masuk.

Pada lain bagian Juergen Klopp serta Van Dijk ambil jalan ‘aman’ dengan menjelaskan Liverpool telah sukses walaupun tidak berhasil mengusung trofi sekalinya. Tetapi apa fans sepakat dengan pengakuan itu?

Apa Kopites ingin kembali melalui musim tanpa ada titel? Apa mereka ingin disinggung ‘buat apa main bagus, sampai final tetapi pada akhirnya kegagalan jua yang datang’? Well, mereka batu. Paling tidak itu yang saya ketahui jadi sisi dari mereka.

Nirgelar tidak akan membuat fans Liverpool jatuh begitu dalam. Mereka sadar Liverpool telah jalani satu diantara musim paling baik, paling tidak semenjak saya lahir yaitu tahun 1990.

180 menit tinggal buat mereka. 90 menit di Anfield saat melayani Wolverhampton Wanderers serta 90 menit waktu tampil di Wanda Metropolitano (plus waktu perpanjangan serta beradu penalti bila diperlukan).

Jadi seseorang fans yang populer pesimistis pada team, saya harus katakan jika pencapaian 97 point ialah prestasi cemerlang buat Liverpool.

Itu jadi perolehan paling baik mereka selama riwayat. Bahkan juga cuma sekali kalah di Liga Inggris, daripada calon juara Manchester City yang telah 4x kalah, Liverpool patut dipandang team paling baik di tanah Britania. Semua pencinta sepakbola akan satu suara, terkecuali fans Manchester United.

Sayangnya, trofi memang demikian penting buat siapa saja di dunia sepakbola. Mungkin ada fans yang berlapang dada serta bangga dengan apa yang dipertunjukkan Liverpool musim ini. Tetapi ada beberapa lain yang masih depends on trophy serta itu benar-benar tidak salah.

Mujur Liverpool dapat meluncur ke final Liga Champions. Jadi sesudah 12 Mei kelak, paling tidak masih ada suatu yang diinginkan beberapa simpatisan Si Merah (sebab 97 % City akan juara). Walaupun tidak ada agunan Liverpool dapat menaklukkan Tottenham Hotspur.

Believe. Optimistic. You’ll Never Walk Alone. Terbaru kata Mohamed Salah ‘Never Give Up’. Beberapa kata penyemangat telah siap di pikiran fans Liverpool. Keajaiban mereka nantikan untuk mimpi yang tidak segera hadir. Apa pun hasilnya, mereka telah siap. Toh jika tidak berhasil, dunia tidak akan selesai.

Klopp tidak akan dikeluarkan. Liverpool juga jadi team Inggris dengan pemasukan paling tinggi dari Liga Champions, bersama dengan Spurs, yaitu hampir 100 juta pound sterling menurut Swiss Ramble.

So, saya meyakini benar fans Liverpool lebih siap lihat teamnya tidak mencapai titel apa pun dibandingkan fans lawan yang tidak siap lihat The Reds juara.