Kini Ekspor Mobil Tak kan Sembarangan

Agen Casino

Kini Ekspor Mobil Tak kan Sembarangan – Tidak hanya untuk penuhi keperluan customer dalam negeri, mobil-mobil yang di produksi di Indonesia pun di kirim ke luar negeri. Sebutlah saja seperti Toyota Rush, Innova, Avanza, Mitsubishi Xpander, serta Suzuki AVP, yang di-export dengan utuh (CBU) ke beberapa negara Asia, termasuk juga Asia Tenggara.

Berdasar pada data Kombinasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di tahun 2018, Indonesia sukses mengapalkan 264.553 unit mobil ke luar negeri. Angka itu naik 14,4 % dari tahun 2017 kemarin. Di tahun 2017, Indonesia mengekspor 231.169 mobil.
Bagaimana dengan tujuan export mobil di 2019? Diterangkan Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, export mobil susah dikasih tujuan sebab industri mobil di Indonesia masih tetap begitu tergantung dengan kebijaksanaan prinsipal.

“Export itu sulit ditarget sebab kita begitu bergantung sama prinsipal. Jadi tidak dapat (APM) yang di Indonesia memastikan sendiri,” kata Jongkie, pada wartawan di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Tidak hanya tergantung kebijaksanaan prinsipal, menurut Jongkie line-up mobil global yang sekarang ini di produksi di Indonesia, sekarang ini pilihannya masih tetap dikit.
“Sebab memang produknya cuma MPV, ya itu yang di-export. Jadi itu kami tetap katakan, Indonesia janganlah cuma produk MPV saja, tetapi pun SUV, Pikap, bahkan juga sedan, agar pilihannya banyak,” lanjut Jongkie.

Gaikindo juga memberi dukungan saran harmonisasi tarif yang digagas Kementerian Perindustrian, sebab perihal ini dapat membuat volume penjualan mobil di Indonesia bertambah, serta membuat prinsipal mobil melirik Indonesia menjadi basis produksi global.

“Gagasan periode panjang dengan harmonisasi tarif dapat membuat volume pasar untuk beberapa jenis mobil lainnya. Jika volume ini bertambah, prinsipal akan melirik produk mobil itu supaya bisa di produksi di Indonesia. Jika telah dibikin di Indonesia, mereka tentu mikir mobil itu dapat di-export,” lanjut Jongkie.

Tidak cuma line up produk global yang ditambah, Jongkie pun mengutamakan utamanya bangun infrastruktur untuk membuat lancar proses distribusi. “Infrastruktur seperti pelabuhan serta yang lain mesti bagus, agar distribusi lancar. Tidak ada kendala,” jelas Jongkie.

Walau tidak miliki tujuan spesial, tahun ini Gaikindo masih mengharap dapat jual lebih dari 300.000 mobil ke pasar luar negeri.

“Harusnya tahun ini export dapat lebih dari 300 ribu ya. Tahun 2018 lantas kan 264 beberapa ribu,” pungkas Jongkie. (lua/lth)