Pemerintah Australia Alami Kekalahan Pertama Dalam Voting

Agen Casino

Pemerintah Australia Alami Kekalahan Pertama Dalam Voting – Buat pertama-tamanya Pemerintah Australia alami kekalahan dalam voting atas UU mereka sendiri berkaitan perlakuan beberapa pencari suaka yang ada di detensi imigrasi di luar negeri.

Kekalahan Pemerintahan PM Scott Morrison ini berlangsung hari Selasa (13/2/2019) saat oposisi Partai Buruh serta anggota DPR lintas fraksi masuk serta memenangi voting 75 menantang 74 nada.

Kekalahan pemerintah di DPR semacam ini baru berlangsung kembali sesudah hampir 80 tahun dalam peristiwa politik Australia.

Hasil itu memvisualisasikan jika Pemerintahan PM Morrison tidak kembali menggenggam sebagian besar di parlemen, hingga mengundang spekulasi pemilu.

Tetapi PM Morrison selama ini menampik digelarnya pemilu lebih awal dari yang diagendakan pada Mei lain kesempatan.

Ia sangkal, Penggabungan Partai Liberal serta Nasional yang dipimpinnya masihlah mempunyai kekuatan buat menyuruh.

Oposisi serta anggota parlemen lintas fraksi dalam voting itu memberi dukungan UU baru yang bakal melakukan revisi UU Keimigrasian.

Salah satunya, biar pencari suaka yang sakit di ijinkan mendapatkan perawatan di Australia sesudah di setujui oleh sedikitnya dua orang dokter.

Waktu ini masihlah ada kira-kira 1000 pencari suaka ditahan di detensi imigrasi yang diurus Australia di negara berbeda, ialah di Nauru serta Manus Island (PNG) .

Sesudah kalah di DPR, revisi UU Keimigrasian itu dalam hari Rabu (13/2/2019) lalu diperdebatkan di Senat atau Majelis Tinggi.

Beberapa senator Partai Buruh yang beroposisi bersama-sama senator Partai Hijau serta senator berdiri sendiri juga memberikannya supportnya dalam voting di Senat.

Saran revisi itu sekarang diserahkan ke Gubernur Jenderal sebelum berubah menjadi hukum positif yang mengikat. Menyikapi kekalahan ini, PM Morrison menginformasikan pihaknya bakal buka kembali detensi imigrasi di pulau Christmas Island, lokasi Australia yang lewat cara geografis dekat ke Indonesia.

Faktanya jika revisi yang disebut yaitu UU Evakuasi Kesehatan pada pencari suaka ini bakal melemahkan peraturan perlindungan perbatasan Australia.

UU baru ini, menurut pandangan pemerintah, bakal menghidupkan kembali penyelundupan manusia ke Australia.

” Kami menyepakati pembukaan kembali layanan detensi Christmas Island, baik buat menyimpan peluang pendatang atau buat mengatasi pencari suaka yang bakal ditransfer (dengan argumen kesehatan) , ” tukasnya.

” Pekerjaan saya ialah lakukan apakah yang jadi kewenangan saya, serta kewenangan pemerintah, menegaskan perbuatan parlemen melemahkan perbatasan kita, tdk menyebabkan datangnya perahu ke Australia, ” tuturnya dalam jumpa wartawan hari Rabu.

Disamping itu pemimpin fraksi oposisi di DPR Tony Burke tdk menahan peluang ajukan mosi tdk yakin ke pemerintah.

Ia menampik sangkaan jika UU baru ini bakal memberikannya dorongan untuk penyelundupan manusia ke Australia.

” Peraturan baru ini cuma laku untuk mereka yang telah ada di pulau Manus Island serta Nauru, ” tukasnya.

Beberapa pendatang yang coba masuk ke Australia lewat cara ilegal, tdk tercakup dalam peraturan baru ini.

Mereka terus menantang peraturan lama, ialah bakal tidak diterima menginjakkan kaki di lokasi Australia, baik melalui langkah dipulangkan atau di kirim ke detensi imigrasi di luar Australia.

Sampai kini, rata-rata pendatang ilegal gunakan perahu yang pergi dari Indonesia.

Serta semenjak Operasi Kedaulatan Perbatasan diaplikasikan Australia, perahu-perahu itu senantiasa dicegat serta diperintah balik ke Indonesia.

Lantaran itu, kemenangan oposisi dalam desas-desus ini sesungguhnya benar-benar terdapat resiko untuk pemimpin oposisi Bill Shorten.

Apabila berlangsung penyelundupan manusia ke Australia hingga sampai pemilu lain kesempatan, jadi Pemerintah Morrison dapat diprediksikan bakal menuding Bill Shorten jadi dipicu.