Pemerintah Uji Skema Transportasi Massal di 6 Kota

Agen Casino

Pemerintah Uji Skema Transportasi Massal di 6 Kota – Kementerian Perhubungan menjelaskan akan lakukan eksperimen pola transportasi massal baru berbasiskan bis pada 2020 akan datang. Pola yang disebutkan buy the service itu akan diujicobakan di Medan, Palembang, Solo, Denpasar, Surabaya, serta Yogyakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan semula eksperimen cuma dikerjakan di lima kota, yaitu Medan, Palembang, Solo, Denpasar, serta Sorong. Tetapi, mendekati eksperimen Pemerintah Wilayah Sorong akui belum siap, hingga eksperimen diarahkan ke Surabaya serta Solo.

“Kota-kota besar ini sudah kami targetkan semenjak awal. Bila eksperimen ini sukses, kami tinggal jual ide buy the service ini ke pemda yang lain,” kata Budi, Jumat (5/7).

Memang dia mengaku, awalnya pemerintah menyiapkan pola transportasi berbasiskan bis yang disebutkan Bis Raya Terintegrasi (BRT). Akan tetapi, pola buy the service mempunyai banyak ketidaksamaan dengan BRT.

Di pola buy the service, penyediaan bis nanti murni dikerjakan oleh swasta, hingga pemerintah pusat cuma beli layanan operatornya saja. Jadi kompensasi, pemerintah pusat akan memberi subsidi untuk menolong ongkos operasional serta jaga biaya angkutan bis masih dapat dijangkau.

Pola ini berlainan dengan BRT, dimana pemerintah akan bertindak sebagai penyuplai bis serta operator layanan angkutan itu.

Tidak cuma masalah pengendalian, wilayah operasi BRT serta buy the service dikatakannya berlainan. BRT lebih konsentrasi untuk fasilitas transportasi di satu daerah administrasi saja, sesaat buy the service mengarah kota yang kegiatannya tergantung dari daerah sekelilingnya.

Pola itu seperti yang diaplikasikan Denpasar dengan Badung atau Palembang dengan Ogan Komering Ilir (OKI). Karena itu, itu adalah satu diantara fakta, kenapa pola buy the service dibiayai pemerintah pusat daripada wilayah.

Dia menjelaskan pemerintah sangsi wilayah ingin membiayai fasilitas transportasi yang digunakan oleh beberapa daerah di sekitarnya.

Oleh karena itu, pemerintah pusat menyiapkan budget Rp250 miliar untuk eksperimen buy the service tahun kedepan. “Tetapi tidak semua kota gagasannya beralih jadi buy the service. Ada yang pas dengan buy the service, ada juga yang pas dengan BRT,” jelas ia.

Tetapi, Budi mengharap pemda ingin bekerja bersama walau operasionalnya dibiayai pemerintah pusat. Contohnya, dengan menyiapkan infrastruktur simpatisan seperti tempat penghentian bis. Selanjutnya, pemda butuh memberikan referensi ihwal type bis yang pas dipakai untuk daerahnya semasing.

“Pendapat pemda ini juga terhitung dengan gagasan transportasi umum yang lain saat bis dengan pola buy the service ini bekerja. Kami harap, angkutan existing ini dapat dipakai menjadi feeder buat bus-bus itu,” papar ia.