Putus Kontrak Dengan BPJS, Pasien Di Lantarkan

Agen Casino

Putus Kontrak Dengan BPJS, Pasien Di Lantarkan – Putus kontrak BPJS (Tubuh Pelaksana Agunan Sosial) Kesehatan dengan beberapa rumah sakit di Tangerang membuat service kesehatan untuk pasien terusik. Dokter menyalahkan pemberitahuan yang tiba-tiba.

“Jika ada pasien emergency paling diberi obat di IGD sesudah itu harus rujuk sebab kita tidak dapat terima (jika gunakan BPJS). Jika emergency sekali, dapat dirawat tetapi klaimnya umum serta sulit. Jadi ingin tidak mau harus dirujuk,” kata dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, dari RS Aminah, Kamis (2/5/2019).

Diambil dari edaran Kementerian Kesehatan mengenai waktu berlaku akreditasi rumah sakit, RS Aminah tempat dr Wisnu praktek habis waktu akreditasinya pada 17 Februari 2018. Sekarang ini proses akreditasi tengah diserahkan.

Pada detikHealth, dr Wisnu menjelaskan jika service untuk pasien terencana dengan berat hati harus diurungkan. Jadi pasien harus mengulang-ulang dari FKTP (Sarana Kesehatan Tingkat Pertama) ke RS yang masih dapat terima BPJS Kesehatan.

Beberapa RS di Tangerang yang sudah serta akan habis akreditasinya di 2019.Beberapa RS di Tangerang yang sudah serta akan habis akreditasinya di 2019.

“Tetapi jika pasien yang mau operasi kan kasihan. Data-data lab kan di kita jadi di rumah sakit baru harus mengulang-ulang . Ditambah lagi prosedurnya seputar 2 minggu untuk mempersiapkan operasi, belum jika pasien hemodialisa. Bersihkan darah kan tidak dapat dipending,” imbuhnya.

Pemberitahuan putus kontrak dari pihak BPJS Kesehatan yang berkesan dadakan bukan sekedar merugikan pasien, dan juga rumah sakit yang telah lakukan mengajukan akreditasi ke KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit).

“BPJS ini kan organisasi besar. Tuturnya ini ketetapan dari BPJS Pusat. Harusnya jika ada pengumuman semacam ini minimum 1 bulan awalnya agar ada pemberitahuan ke pasien. Jika ini kan servicenya jadi terhalang,” ujarnya.